Penumpang Lion Air Mengeluh Tidak dapat Makanan

Posted by


wisata alam indonesia

Lion Air Delay mengakibatkan banyak sekali penumpang yang dirugikan atas penundaan penerbangan yang tidak sesuai dengan yang dijadwalkan sebelumnya.Penderitaan penumpang Lion Air ini dialami oleh Yusuf Ishak, warga Medan yang menjadi salah satu korban penelantaran.
"Tidak ada sama sekali diberikan makanan. Kami memang sulit memperoleh informasi di Cengkareng. Bahkan sayang, banyak yang sakit. Jangankan ditawarin penginapan oleh Lion Air, makanan saja tidak ada yang dikasih" cerita Yusuf (salah satu calon penumpang Lion Air), Sabtu (21/2/2015).
Dia  sangat menyayangkan tidak adanya penjelasan sama sekali dari manajemen Lion Air. Seharusnya ada informasi yang jelas dari Lion Air mengenai masalah delay dan keterlambatan yang terjadi pada 18 Februari lalu. Hal ini jelas membuat banyak penumpang cemas dan marah.

Baca : Lion Air Siap di Tuntut Lewat Jalur Hukum


Lion Air dari dulu dicap sebagai penerbangan yang sering mengalami delay. Bahkan ini sudah disadari dan diamini oleh seluruh pengguna jasa maskapai berlambang singa itu.
Yusuf menilai delay selama satu sampai tiga jam masih dalam batas wajar. Namun jika sudah berhari-hari, berarti manajemen Lion Air sudah tidak benar.
“Kami ingin sampaikan kepada Pemerintah (Kementerian Perhubungan) dan Lion Air, harus memiliki langkah dalam menangani masalah Lion Air ini. (Kasus ini) sudah di dalam posisi yang terparah, jangan sampai ada yang lebih parah lagi,” tegas dia.
Pelayanan buruk yang terjadi tiga hari ini diharapkan menjadi sentilan agar Lion Air berani dalam memberikan informasi yang jelas terhadap penumpang. Agar penumpang bisa tenang.
Jika memang tidak dapat diterbangkan, manajemen diharapkan dapat segera mengalihkan penerbangan atau memberikan refund (pengembalian uang) untuk penumpang tanpa proses yang sulit.
 “Waktu 3-5 jam saja sudah tidak ada info yang jelas, bisa pergi atau tidak. Karena makanan dan penginapan juga tidak jelas,” tutup Yusuf.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 6:40 PM

0 comments:

Post a Comment