Keunikan Imlek di Vihara Dharma Ramsi

Posted by

Perayaan Imlek di Vihara Dharma Ramsi Kota Bandung, ternyata ada sisi lain jarang diketahui publik. Para pekerjanya mayoritas Muslim. Yang saling membantu demi kelancaran perayaan Imlek ini lah salah satu keunikannya.

wisata alam indonesia

Dengan penuh totalitas para Muslim di Vihara Dharma Ramsi membantu berbagai persiapan Imlek di lokasi. Perbedaan agama yang dianut tidak membuat mereka bekerja sembarangan.

Baca : Panggung Kesenian Indonesia
"Kita bekerja profesional saja. Namanya juga kerja," kata Solehudin (32), salah seorang pekerja di Vihara Dharma Ramsi
Dituturkan Soleh, total pekerj di vihara yang berdiri sejak 1950-an itu sekira delapan pekerja.
"Bapak saya dari dulu kerja di sini. Jadi saya tinggal meneruskan untuk kerja di sini," ucapnya.
Sementara meski seorang muslim, Solehudin dan pekerja lainnya tetap mendapat keleluasaan untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya.
Pihak pengurus vihara tidak pernah melarang atau mengganggu waktu beribadah para pekerja yang Muslim.
"Enaknya di sini, kita yang Muslim tidak ada paksaan untuk ikut kepercayaan di sini," tutur Solehudin.
Eric Mintarja, seorang relawan pengurus Vihara Dharma Ramsi ini mengatakan semua yang ada di lokasi sudah seperti keluarga. Para pekerja dan pengurus satu sama lain saling menghormati terkait kepercayaan beragama.
"Hak beribadah tidak diganggu. Kalau waktunya shalat, mereka shalat," jelas Eric.
Hanya saja, mereka yang akan menunaikan shalat tidak bisa melakukannya di vihara. Mereka tinggal pergi ke masjid yang lokasinya tak jauh dari vihara.
"Di sini tidak ada mushola karena khawatir berbenturan kalau di satu lokasi ada dua tempat ibadah. Ini kan vihara," paparnya.
Eric menambahkan, kekeluargaan di Vihara Dharma Ramsi paling diutamakan. Sehingga berbagai perbedaan, terutama dalam hal beragama tidak menjadi persoalan berarti.
Bahkan, Eric yang memegang kendali seputar kesenian di vihara tersebut memiliki kegiatan lain untuk merangkul umat Muslim lainnya. Ia pun mengajak warga setempat untuk belajar seni barongsai dan kesenian lainnya. Dari situ, warga bisa mendapat penghasilan dari hasil pentas.
"99 persen murid saya Muslim. Hanya saya saja yang non muslim," ujarnya.
Selain itu, pengurus vihara dan umatnya juga berbaur dengan warga sekitar. Hubungan mereka dengan pemuka agama lain berjalan harmonis.
"Kita menjembatani antar etnis, antar agama. Kita bersatu dengan warga di lingkungan di sini," pungkasnya.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 4:33 PM

0 comments:

Post a Comment