Ahok Tolak Pembelian UPS Seharga 6 M

Posted by

Berita Hari Ini - Ternyata harga UPS di Jakarta sangat mahal yaitu sekitar 6 M dan UPS tersebut akan dipergunakan untuk keperluan untuk sekolahan dan seluruh kelurahan/kecamatan di Jakarta Barat.

Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) meyakini dirinya akan aman dari serangan DPRD jika meloloskan 'dana siluman' sebesar Rp 12,1 triliun dalam APBD 2015. Namun, tanpa ragu dengan tegas Ahok menolak lantaran tidak sesuai dengan hati nuraninya.
"Yang saya pikirkan orang Jakarta. Pasti tidak mungkin ikhlas membiarkan sekolah beli UPS sampai Rp 6 miliar," ujar Ahok di Balai Kota, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2015).
"Saya tidak akan tega makan duit rakyat seperti itu. Sekalipun bukan saya yang makan. Saya disumpah untuk mempertahankan uang rakyat masuk ke sini. Kalau saya harus terjungkal, tidak jadi gubernur pun saya puas. Dalam hidup saya, saya tidak menghancurkan nurani saya," lanjutnya.
Baca : Video Artis Buka Baju (Chelsea Islan)

Ahok benar-benar kesal saat mengetahui setiap unit perangkat UPS berharga miliaran rupiah dan itu diperuntukkan untuk sekolahan dan seluruh kelurahan/kecamatan di Jakarta Barat. Angka siluman itu tak hanya muncul pada APBD 2014 tapi juga dalam anggaran tahun ini.
"1 unit per sekolah ini. Ini yang diajukan. Makanya salah satu alasan gue tolak karena ada UPS untuk kelurahan di Jakarta Barat. Fakta seperti ini. Makanya saya yakin orang Jakarta tidak akan ikhlas uangnya dihabisin. Itu Rp 12,1 triliun bisa buat bangun 60 ribu rusun loh seperti Tambora. Jadi saya tidak ikhlas kalau APBD DKI dipermainkan seperti ini," terang suami Veronica Tan itu.

"Ini fakta, jadi saya kira orang jakarta masih banyak tidak rela uangnya dipakai buat beli UPS sekolah dan ini tidak ada yang tahu lho. Kami juga kecolongan. Karena tidak ada e-budgeting. Ini sudah terjadi. Makannya keenakan untung disini main lagi sekarang," lanjutnya.

Angka-angka tak masuk akal itu sebenarnya sudah diendus Ahok sejak tahun 2014. Dia pun mengajukan sistem e-budgeting untuk APBD, namun seluruh SKPD (satuan kerja perangkat daerah) menolaknya dengan alasan tidak tercantum harga satuan untuk setiap proyek pengadaan barang.
"Makanya saya sabar nunggu sampai selesai 2014 untuk masukin semua keluarlah angka ini. (Tahun lalu) Kami semua mesti tanda tangan versi lama dia. Saya sabar menunggu, 2013 ketemu 2014 masih ada anggaran siluman seperti ini," kata Ahok.

"Nggak mungkin lah sekolah minta UPS, saya kira kepala sekolah nggak segila itu. Ini bisa untuk perbaiki sekolah yang 48 persen itu hancur. Makanya saya lebih rela dipecat dari gubernur daripada Rp 12,1 triliun masuk ke APBD oleh oknum-oknum," imbuhnya.

Menurutnya, dia tahun 2014 kecolongan sampai Rp 330 miliar untuk setiap pembelian perangkat seharga Rp 6 miliar.
"Dia titipin ke SKPD. Itu yang saya bilang. Sekarang 2015 masukin sendiri kan berarti ini pokir (pokok pikiran) yang dimaksud mereka. Ya sudah nggak apa-apa. Saya yakin di Jakarta masih banyak orang yang tidak rela uangnya dibeginiin coba," sebut Ahok.
"Makannya ini mau di-trash. Kita akan siapkan juga pengaduan, korupsi juga harga begitu mahal, mark up ini. Nanti kita siapkan berkas, saya berharap ada pihak berwajib ditindak. Nggak ada UPS begitu mahal, UPS apa?" tutupnya.


Demo Blog NJW V2 Updated at: 3:27 PM

0 comments:

Post a Comment